Home Berita Polres PPU Gelar Apel Pasukan Ops Ketupat Mahakam 2021

Polres PPU Gelar Apel Pasukan Ops Ketupat Mahakam 2021

by polres ppu

POLDA KALTIM, Polres PPU – Wakil Bupati Kab. PPU Ir. H. Hamdam memimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Mahakam 2021 didampingi Kapolres PPU AKBP Hendrik Hermawan, S.I.K Dan Dandim 0913 PPU Letkol Dharmawan Setyo Nugroho, SIP bertempat di Lapangan Apel Mapolres PPU, Rabu pagi (05/05/2021).

Turut hadir dalam Apel Gelar Pasukan ini Unsur forkopimda, Kadis Perhubungan, Kadis Pol.PP dan Damkar PPU, Kepala BPBD PPU, pejabat Utama Polres PPU bersama Instansi terkait, serta peserta apel dari personil Kodim 0913 PPU, Kompi C Raider Petung, Polres PPU, BPBD, Damkar, Satpol PP, Dishub, Senkom, PMI Kab. PPU dan Banser.

Mengangkat tema “Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2021, kita tingkatkan Sinergi Polri dengan Instansi terkait dalam Rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada Perayaan Idul Fitri 1442 H”, Operasi Ketupat ini akan dilaksanakan selama 12 hari, terhitung tanggal 6 Mei sampai dengan 17 Mei 2021.

Wakil Bupati Kab. PPU Ir. H. Hamdam membacakan amat Kapolri dalam Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Mahakam 2021 yaitu dilaksanakannya apel gelar pasukan ops ketupat Yang dilaksanakan secara serentak di Indonesia dalam rangka pengamanan hari Raya Idul Fitri 1442 H tahun 2021.

Apel ini dialksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan operasi ketupat 2021 dalam rangka pengamanan hari raya idul fitri 1442 H, baik pada aspek personel maupun saran prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, pemda dan mitra kamtibmas lainnya.

Menjelang hari raya idul fitri 1442 H tren kasus covid 19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03%. Hal ini disebabkan oleh karena adanya peningkatan aktifitas masyarakat khususnya menjelang akhir bulan suci ramadhan dan hari raya idul fitri.

Berkaitan dengan gal tersebut pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik, ini merupakan tahun kedua karena situasi vandemi covid 19. Preaiden Joko Widodo menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui berbagai macam pertimbangan yaitu pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus sebesar 93% setelah pelaksanaan libur idul fitri pada tahun lalu.

Maka dari itu perlu adanya pengawasan ketat terhadap protokol kesehatan didaerah tujuan mudik, sentra perekonomian dan keramaian dengan memedomani surat telegram kapolri agar mendirikan posko terpadu, lakukan koordinasi dengan satgas covid 19, lakulan patroli gabungan secara periodik, berlakukan one gate syistem serta meningkatkan dukungan terhadap program vaksinasi massal, tutupnya.

You may also like

Leave a Comment